Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta
Untuk pertama kalinya, saat aku kehilanganmu
Dia, aku melihatnya berbeda
Sungguh. . .

Mataku tak kuasa
Aku jatuh hati sejak awal mengenalnya
Tak ingin terburu-buru
Mungkin ini cinta palsu. . .

Kau tahu
Ini perasaan yang indah
Aku jarang sekali merasakannya selepas ini
Ahh, aku seperti tak ingin kehilangannya. . .

Alloh Tahu
Aku hanya ingin berbagi denganNya
Aku takut dia tak cinta
Siapa aku ?

Biarlah jodoh tak kemana
Maafkan aku, aku jatuh cinta. . .

Rabu, 16 Januari 2013

Masih Sama

Langitnya selalu sama
Dan di hari yang sama belum berubah
Satu-satunya hal yang berubah adalah....adalah kau tak disisiku
Aku rasa aku seharusnya membiarkanmu pergi
Tanpa meninggalkan apapun................


Tidak, tidak, aku belum bisa, aku belum bisa membiarkanmu pergi
Aku merindukanmu, merindukanmu
Karena aku sangat merindukanmu
Setiap hari, di saat aku sendiri, aku memanggilmu
Karena aku merindukanmu
Karena aku merindukanmu
Bahkan sekarang, aku masih menyebut namamu seperti biasa.................

Kamis, 10 Januari 2013

Aku Ingin Segera Bertemu denganmu

Aku ingin segera bertemu denganmu
Menemani malam-malamku
Memandang langit di tempat yang sama
Meraih asa di bawah sinarnya cinta. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Menyatukan tulang rusuk yang selama ini berjauhan
Temani aku mulai detik itu Saat suka dan dukaku. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Dengan senyuman terindah
Dengan sentuhan terlembut
Dengan sambutan teristimewa. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Entah kamu yang sama sekali tak ku kenal
Karena aku selalu percaya, kamu pasti datang
Menyatukan tulang rusuk yang tak pernah tertukar. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Didalam ikatan terkuat
Bukan sekarang, sayang
Nanti saat waktunya tepat
Akan ku perbaiki diri dulu, begitu juga dengamu
Segera jemput aku ya
Bawa aku ke istana surga

Selasa, 18 Desember 2012

Aku Tidak Suka, Sungguh

Retak, terpecah dan terjatuh
Sengaja menghilang untuk sebuah ketidakjelasan
Merintih untuk menunjukkan sebuah kebohongan
Aku tidak suka, sungguh


Sejak awal bukan aku
Mereka berkata bukan kita
Namamu dan dia
Ini benar-benar dusta
Dimana cinta ?
Diakah yang menemaniku tiap malam
Bulan dan bintang yang juga menghilang
Ataukah ia matahari
Menerangi juga menyengat bumi
Dimana yang dulu dibanggakan ?
Cinta yang sebenarnya belum benar-benar ada
Aku tidak suka, sungguh


Sekarang ia telah menguap dan bukan lagi embun yang menyejukkan
Ia menguap bersama matahari
Bersama hati yang tak lagi terpatri
Irama mulai berantakan
Pecahan piluh tak ingin ku uraikan
Aku ingin menangis tapi tak sanggup
Ini alasan mengapa aku lebih suka berkata ini baik-baik saja
Aku tak ingin hujan menutupi airmata
Aku ingin matahari mengusapnya
Aku ingin irama itu mulai beraturan
Mengiringi langkah ganjal yang ku cari


Ku bilang aku ini sudah dewasa, engkau juga begitu
Tahu mana yang salah, tahu mana yang benar
Ini yang aku takutkan
Ini yang benar-benar terjadi
Aku harus sadar Sadar, bangunlah !


Bukan lagi kemarin
Hari ini adalah hari ini
Bumi baru saja kering dari hujan
Aku diam bukan berarti tak mengerti
Hanya saja aku sudah terlanjur berjalan dan tak ingin berbalik lagi


Ada yang tergores
Aku ingin menutup lukanya
 Cepat-cepat, sekarang
Aku memang harus hilang sepenuhnya
Tak boleh ada yang tersisa
Mungkin hari ini tidak bisa
Namun esok
Aku benar-benar memudar
Dari orang-orang yang akan membuatmu bahagia

Kamis, 13 Desember 2012

Akan Dibawa Kemana Langkah Kita

Bergegaslah..!
Bukankah ini yg kau inginkan ?
Berlarilah sekehendak hati
Aku juga akan berlari
Bukan untuk mengejar langkahmu
Melainkan berbalik arah dari punggungmu.......


Percepat langkah, jangan bimbang berbalik arah
Ketahuilah, aku juga tak kan bimbang mempercepat langkah.......


Banyak jalan menunggumu, saat aku tak disampingmu
Pun dengan jalanku
Mereka juga yg akan meniadakan aku dari jalanmu
Mungkin begitu pula dengan jalanku.......


Bukankah ini terlalu sedih untuk dijalani ?
Diciptakan dalam semesta yg berbeda
Saat rindu mulai terpatri, langkahku sudah terlalu jauh untuk kembali.......


Kenapa ? Apakah ada yg salah dengan permintaanku ?
Bukankah cinta tak menghapus ruang dan waktu ?
Sekali lagi, aku memintamu untuk lebih mempercepat langkah dalam berjalan
Karena secepat langkah kita, secepat itu pula kita bertemu di satu titik yang dulu pernah mempertemukan kita
Bukankah bumi ini bulat ?
Kita meninggalkan satu titik dan bertemu di titik awal.......


Namun bila Illaahi tak Menghendaki, perjalanan kita pasti akan terhenti
Melupakan tempat yg akan kita datangi
Bukankah ini lebih menyedihkan dari kesedihan awal ?
 Dan jika itu terjadi, aku ingin tetap menguatkan hati
Ketahuilah, cinta sejati akan timbul sendiri jika Allooh Menghendaki.......