Jumat, 29 Maret 2013

Wong Ndeso

                              Ngga tau pasti siapa yang dulu ngasih nama ini, haha. . Semua berawal dari awal semester 1 saat masuk jurusan Biologi Universitas Diponegoro tahun 2012. Saat masing-masing dari kami mencari sebuah titik kenyamanan dalam sebuah pertemanan. Aku tidak katakan ini sebuah geng (geng motor kali :D), hanya saja kami dipertemukan dalam sebuah kelas bernama A.
                              Awalnya hanya dalam rangka kami berada di kelas yang sama di setiap matkulnya selama 1 semester. Toh, dulunya kami tidak sebanyak ini waktu sering kumpul. Berawal dari beberapa kumpulan yang menjadi satu (kayak agregat aja :P). Jadi gini, dulunya itu aku (Pipit) jalannya sering sama si Nanda, dan akhirnya aku berpindah ke kubu si Titi, Sulis, dan Iim. Kemudian Nanda terlihat sering berdua sama si Ochi. Di kubu lain terlihat si Putri, Zikra, Peny, Ika, Ninik, Sella, Muslikha, Sisca dan juga Tatik. Kubu berikutnya terlihat si Mumud dan Latifah yang selalu berdua, juga si Nida dan Sherly yang selalu romantis berdua haha, yang terkadang bertiga juga sama si Chory. Ada juga si Ainin yang dulunya sering jalan sama si Atika, nah kalau si Ayu aku kurang tau, kalau ngga salah dulunya sih sering jalan sama Ninik.
                              Nah, entah kenapa akhirnya kubu-kubu yang dulunya kecil akhirnya menjadi satu dalam kubu Wong Ndeso, sekali lagi aku tidak mengatasnamakan semua ini sebuah geng. Toh, kita semua adalah bagian dari keluarga Cor Nature. Hanya saja kami lebih intens dalam bertemu dan berkumpul, itu saja. Ngomongin soal kesukaan, visi, dan misi, kami juga ngga klop klop banget ko. Lagi-lagi, punya sahabat boleh kan ? J
                              Ada satu kesukaan yang tak satupun dari kami mengelaknya, yakni semua pada gila kamera !! hahaha, iya kan ? ngaku aja :D, dimana pun tempatnya. Ini aku punya beberapa foto di tempat yang berbeda bersama mereka, meski ber-23 orang ini belum pernah foto dalam satu gambar. Pasti ada yang ngga ikut, atau ada yang jadi juru potretnya :D



 Itu foto yang diambil setelah kegiatan Gerling (Gerakan lingkungan)


 Itu foto sebelum evaluasi waktu PMB jurusan :D




Itu diambil setelah kegiatan LKMM pra dasar, di taman baca FSM






Itu foto diambil waktu mau ada temu angkatan






 Itu foto diambil waktu suksesi fostibi (acara perdana cor nature)




 Itu foto diambil di masjid al-Kautsar FSM :D


 Itu foto waktu makan siang Mubes HMB di ruang MM


Itu foto yang diambil setelah kegiatan BIOTA (Biologi Tafakkur Alam) di Panti Asuhan Ar-Rodhiyah




 Itu foto di dekanat, lagi pada santai-santai




 Itu foto di lab ekologi, nunggu kuliah :D


 Itu foto waktu mau bahas temu angkatan, di halaman gd prof soedharto




 Haha, itu iseng habis kuliah :D


Itu foto di depan dekanat :D


Nah, itulah sekelumit kisah yang bisa aku ceritain, kapan-kapan dilanjut lagi Insya Alloh :D

Jumat, 22 Maret 2013

Tamparan Hebat Hari Ini

Hujan tadi pagi, pertanda. Mengawali hari ini dengan sebuah duka. Sejak pagi mau berangkat kuliah, mood sudah berantakan tak karuan karena ada 'kejadian' ngga enak di rumah. Yaa, ngga pantas aku ceritain disini. Tapi kejadian tadi pagi memang bener-bener membuat shock. 

Sudahlah, setiap manusia pasti punya kesalahan, entah itu sebuah kesengajaan ataupun tidak. Lagi-lagi, siapa lagi kalau bukan Alloh Tempat untuk Berserah Diri ? uhhg, aku ingin menangis, mengeluarkan beban di dada. Aku ingin marah, tapi aku malu ingat sabda Rosululloh. Yasudah husnudzon saja, semua ada hikmahnya, all is well.

Tak henti-hentinya syaithan mengintai setiap langkah kita, kapan saja, dimana saja. Sungguh, hanya iman dan ihsan yang dapat mencegah itu semua. Selalu merasa Alloh Melihat apa yang sedang kita lakukan, itu sudah cukup. Masih berani melakukan hal-hal buruk ? Masya Alloh.

Hanya Engkau Ya Alloh tujuan hidup kami, siapa lagi ? Tuntun setiap langkah kami untuk selalu di atas petunjukMu. Engkau Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami selalu ada di atas agamaMu.

Sabtu, 16 Maret 2013

Cinta, lagi


Cinta ? Ahh cinta, berapa kali lagi aku mengingatnya. Mencari tau apa maknanya. Biarlah cinta yang mendefinisikan apa maksudnya. Cinta adalah cinta. Ada yang salah dengan cinta ? kenapa dia menjadi pondasi orang-orang ‘bernafsu’ ? Sungguh keji !

Cinta mengiringi manusia, selalu. Ada yang salah jika manusia tanpa cinta. Dimana hatinya ? Mencintai Tuhannya, orangtuanya, keluarganya, sahabatnya, pasangannya. Indahnya cinta. Lantas, apa yang harus ku katakan tentang mereka yang mencintai seseorang yang bukan haknya ?

Ahh, klasik. Mencintai lawan jenis yang belum menjadi pasangannya, bagaimana ini bisa terjadi ? Lihatlah, cinta ada di setiap sudut hidup kita ! Simpan di ruang hati terdalam, genggam cintamu kuat-kuat, kapan engkau bisa memutuskan untuk menjalani hidupmu dengannya ? lakukanlah ! Namun jika tak sanggup, pahamilah. Alloh menyediakan seseorang untukmu, yang lebih pantas. Maka pantaskanlah dirimu dulu. Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, laki-laki yang keji untuk wanita yang keji. So, apa yang perlu kita siapkan ?

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta
Untuk pertama kalinya, saat aku kehilanganmu
Dia, aku melihatnya berbeda
Sungguh. . .

Mataku tak kuasa
Aku jatuh hati sejak awal mengenalnya
Tak ingin terburu-buru
Mungkin ini cinta palsu. . .

Kau tahu
Ini perasaan yang indah
Aku jarang sekali merasakannya selepas ini
Ahh, aku seperti tak ingin kehilangannya. . .

Alloh Tahu
Aku hanya ingin berbagi denganNya
Aku takut dia tak cinta
Siapa aku ?

Biarlah jodoh tak kemana
Maafkan aku, aku jatuh cinta. . .

Selasa, 26 Februari 2013

Maaf Dear

Mataku ingin terpejam, sejenak
Mulutku ingin bungkam, sesaat
Ingin sejenak ku sandarkan hati
Aku merasa lelah
Saat ini.......

Ini aku, sepertinya
Sebentar saja, aku ingin memikirkanmu
Beri aku waktu
Aku kehilangan hati untuk saat ini
Aku lupa cara mencintaimu.........

Bagaimana ini
Katakan kepadaku apa yang harus aku lakukan
Ini puncaknya, dear
Engkau benar-benar membuatku hilang
Aku ingin marah.......

Maaf, untuk menyalahkanmu
Sejak saat itu, aku tlah kehilangan cara untuk merindukanmu
Aku, seperti daun berserakan yang menyalahkan angin
Maaf, maaf dear


Senin, 21 Januari 2013

Kau Sahabat


Seterik mentari siang ini
Semangat tak tergadaikan
Hingga detik ini
Meski dunia menawarkan kegelapan..............


Kamu bilang akulah bagianmu
Dengan tegas aku pun katakan engkaulah bagian jiwaku
Saat mataku tertutup dan aku butuh tangan untuk menuntunku
Menuju tempat yang ingin kita tuju................


Tak hentinya engkau menggenggam erat tanganku
Seperti tak ingin kau lepas
Kau tak rela, aku tertinggal
Tak hentinya engkau memegang bahuku
Dan kau katakan kita berjalan bersama.....................


Engkau teman, sahabat, keluarga
Berbagi suka duka
Menangis tertawa bersama
Dalam sebuah ikatan cinta.......................


Terus bersama
Saling menguatkan rasa
Sekarang dan selamanya....................

Rabu, 16 Januari 2013

Masih Sama

Langitnya selalu sama
Dan di hari yang sama belum berubah
Satu-satunya hal yang berubah adalah....adalah kau tak disisiku
Aku rasa aku seharusnya membiarkanmu pergi
Tanpa meninggalkan apapun................


Tidak, tidak, aku belum bisa, aku belum bisa membiarkanmu pergi
Aku merindukanmu, merindukanmu
Karena aku sangat merindukanmu
Setiap hari, di saat aku sendiri, aku memanggilmu
Karena aku merindukanmu
Karena aku merindukanmu
Bahkan sekarang, aku masih menyebut namamu seperti biasa.................

Minggu, 13 Januari 2013

Shocking Day

Hai guys ? gimana kabar hari ini ? semoga baik-baik aja yaa. Ada cerita menarik apa hari ini ? kalo aku sih, hari ini dapet "shocking day" dari si doi. Gila aja, waktu buka fb pagi2, aku udah dapet messages mendadak. yaa, aku sih udah menduga, soalnya nih beberapa hari yg lalu si doi nulis status fb yang intinya mau ngasih surat buat aku. Ya meski aku ga yakin ya itu status buat aku *PD mode on*.

 Cetar membahana badai kalau kata Syahrini, antara harus seneng,sedih, galau, bahagia, semua jadi satu guys. Rasanya plong tp ada sakit hatinya jg, baru kali ini sakit hati tp msh bisa ketawa-tawa. But, all is well *ngutip kalimatnya doi yg sering dia ucapin*. Tapi ntah kenapa ya, setengah hati itu ada yg hilang. duuhh. Ya meski aku harus bilang baik-baik saja sm si doi guys. Messages itu hampir 5 kali aku baca guys, antara percaya dan ga percaya. Karena sebenarnya bukan tulisan itu yg aku ingin baca, tp ga mungkin jg aku harus maksain.

Mulai sekarang aku harus lebih dewasa dan belajar ga egois, mulai dari tidak memaksakan perasaan orang lain. Ya meskipun agak sakit hehe. Percaya ko, jodoh ga akan kemana, dan percaya juga kalo ga berjodoh ga bakal bersatu :D.

Sekarang terserah si doi mau gmn, aku ga ada hak untuk memaksa khususnya soal perasaan. Tapi kenapa ya, aku curiga dia udah menyukai wanita lain selain aku haha. Yasudahlah, gapapa kalo gitu. Meski sampai sekarang, aku belum bisa menyukai lelaki lain selain dia (bodo bgt). Dan mungkin salah satu faktornya adalah dia bergolongan darah 0 yg bisa dg cepat berpaling hati, sedangkan aku bergolongan darah A yang tipe orang setia hohoho *tambah ngawur* Udah dulu guys, mau belajar buat UAS Bahasa Indonesia besok senin. Semoga msh bisa konsen meski perasaan campur aduk. Salam Semangat! :)

Kamis, 10 Januari 2013

COR NATURE BERAKSI :D

Itu adalah salah satu foto yang diambil di depan laboratorium Biologi FSM UNDIP :)

Aku Ingin Segera Bertemu denganmu

Aku ingin segera bertemu denganmu
Menemani malam-malamku
Memandang langit di tempat yang sama
Meraih asa di bawah sinarnya cinta. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Menyatukan tulang rusuk yang selama ini berjauhan
Temani aku mulai detik itu Saat suka dan dukaku. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Dengan senyuman terindah
Dengan sentuhan terlembut
Dengan sambutan teristimewa. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Entah kamu yang sama sekali tak ku kenal
Karena aku selalu percaya, kamu pasti datang
Menyatukan tulang rusuk yang tak pernah tertukar. . .


Aku ingin segera bertemu denganmu
Didalam ikatan terkuat
Bukan sekarang, sayang
Nanti saat waktunya tepat
Akan ku perbaiki diri dulu, begitu juga dengamu
Segera jemput aku ya
Bawa aku ke istana surga

Selasa, 18 Desember 2012

Aku Tidak Suka, Sungguh

Retak, terpecah dan terjatuh
Sengaja menghilang untuk sebuah ketidakjelasan
Merintih untuk menunjukkan sebuah kebohongan
Aku tidak suka, sungguh


Sejak awal bukan aku
Mereka berkata bukan kita
Namamu dan dia
Ini benar-benar dusta
Dimana cinta ?
Diakah yang menemaniku tiap malam
Bulan dan bintang yang juga menghilang
Ataukah ia matahari
Menerangi juga menyengat bumi
Dimana yang dulu dibanggakan ?
Cinta yang sebenarnya belum benar-benar ada
Aku tidak suka, sungguh


Sekarang ia telah menguap dan bukan lagi embun yang menyejukkan
Ia menguap bersama matahari
Bersama hati yang tak lagi terpatri
Irama mulai berantakan
Pecahan piluh tak ingin ku uraikan
Aku ingin menangis tapi tak sanggup
Ini alasan mengapa aku lebih suka berkata ini baik-baik saja
Aku tak ingin hujan menutupi airmata
Aku ingin matahari mengusapnya
Aku ingin irama itu mulai beraturan
Mengiringi langkah ganjal yang ku cari


Ku bilang aku ini sudah dewasa, engkau juga begitu
Tahu mana yang salah, tahu mana yang benar
Ini yang aku takutkan
Ini yang benar-benar terjadi
Aku harus sadar Sadar, bangunlah !


Bukan lagi kemarin
Hari ini adalah hari ini
Bumi baru saja kering dari hujan
Aku diam bukan berarti tak mengerti
Hanya saja aku sudah terlanjur berjalan dan tak ingin berbalik lagi


Ada yang tergores
Aku ingin menutup lukanya
 Cepat-cepat, sekarang
Aku memang harus hilang sepenuhnya
Tak boleh ada yang tersisa
Mungkin hari ini tidak bisa
Namun esok
Aku benar-benar memudar
Dari orang-orang yang akan membuatmu bahagia

Kamis, 13 Desember 2012

Akan Dibawa Kemana Langkah Kita

Bergegaslah..!
Bukankah ini yg kau inginkan ?
Berlarilah sekehendak hati
Aku juga akan berlari
Bukan untuk mengejar langkahmu
Melainkan berbalik arah dari punggungmu.......


Percepat langkah, jangan bimbang berbalik arah
Ketahuilah, aku juga tak kan bimbang mempercepat langkah.......


Banyak jalan menunggumu, saat aku tak disampingmu
Pun dengan jalanku
Mereka juga yg akan meniadakan aku dari jalanmu
Mungkin begitu pula dengan jalanku.......


Bukankah ini terlalu sedih untuk dijalani ?
Diciptakan dalam semesta yg berbeda
Saat rindu mulai terpatri, langkahku sudah terlalu jauh untuk kembali.......


Kenapa ? Apakah ada yg salah dengan permintaanku ?
Bukankah cinta tak menghapus ruang dan waktu ?
Sekali lagi, aku memintamu untuk lebih mempercepat langkah dalam berjalan
Karena secepat langkah kita, secepat itu pula kita bertemu di satu titik yang dulu pernah mempertemukan kita
Bukankah bumi ini bulat ?
Kita meninggalkan satu titik dan bertemu di titik awal.......


Namun bila Illaahi tak Menghendaki, perjalanan kita pasti akan terhenti
Melupakan tempat yg akan kita datangi
Bukankah ini lebih menyedihkan dari kesedihan awal ?
 Dan jika itu terjadi, aku ingin tetap menguatkan hati
Ketahuilah, cinta sejati akan timbul sendiri jika Allooh Menghendaki.......

Sabtu, 08 Desember 2012

Rinduku Mulai Menguap

Entah awalnya bagaimana, aku (Pipit), Lina, Anna, dan Nadhifah terlihat seperti sebuah geng ! bukan, hanya saja kami sering jalan bareng, makan bareng, belajar bareng. Iya, kami bersahabat sejak SMA, meski kenyataannya kami deketnya di kelas 3 nya. Kami ga mendeklarasikan menjadi sebuah geng, toh kami juga bergaul dengan temen-temen lainnya. Namun, untuk aku pribadi, mereka itu sudah aku jadiin sahabat (bukan temen lagi). Dengan mereka aku bisa bercerita, berbagi kebahagiaan, dan lainnya. Kami sudah terlalu deket, bahkan dengan keluarga mereka. Satu ada dua bulan yang lalu, terakhir aku ketemu mereka. kangen, kanggeeennn bangett !! apalah daya, kesibukan kami membuat jarak semakin rentang, pertemuan menjadi sebuah 'event' penting yang di tunggu-tunggu. Dan saat ini, aku benar-benar merindukannya, tentunya dengan temen-temen SMA lainnya :(

Dia Lelakiku

Dia, lelakiku
Yang tiap hari selalu ada untukku
Yang cintanya selalu utuh
Yang selalu menanyakan apakah aku sudah makan
Yang tiap detik mengkhawatirkan keadaanku


 Dia, lelakiku Yang rela berlelah untuk kebahagiaanku
Makan-nya pun tak tenang sebelum aku makan
Yang tak rela saat aku pergi jauh


Dia, lelakiku
Yang mengikis keegoisan demi keinginanku
Yang rela mengalah biar aku tak menangis
Karena dia hanya ingin melihatku selalu tersenyum
Meski kelelahan akan ia pikul
Dia, lelakiku Dialah BAPAKKU :)



My Family, ku tuang segala rasa :)

 
Mereka adalah orang pertama, saat aku ingin bercerita
Menuang segala rasa, melabuhkan segala piluh
Kepada mereka aku memanja, saat dunia menyapu indahnya asa
Ku ingin tetap berdiri di samping mereka, bukan di depan atau dibelakangnya
Merangkul cita-cita bersama dalam sebuah keluarga istimewa
Aku mencintai mereka, Bapak, Ibu, mas Kiki, mas Fajar, de Yayang  :)

Posted by Picasa

Selasa, 23 Maret 2010

Di Saat Impian Belum Terwujud


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Setiap orang pasti memiliki impian dan cita-cita. Berbagai usaha pun dikerahkan untuk mencapai impian tersebut. Namun kadang usaha untuk menggapai impian kandas di tengah jalan dikarenakan berbagai rintangan dari dalam maupun dari luar. Tentu saja impian yang kami maksudkan di sini adalah impian yang logis yang bisa dicapai dan bukan hanya khayalan di negeri antah berantah. Di saat impian tadi belum terwujud, bagaimanakah cara untuk menggapainya? Semoga tulisan ini bisa memberikan solusi terbaik.

Belajar dari Kisah Ibrahim 'alaihis salam dan Istrinya

Suatu pelajaran yang patut dicontoh adalah kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama istrinya, Sarah. Lihatlah impiannya untuk memiliki anak sekian lama, akhirnya bisa terwujud. Padahal ada tiga sebab yang menjadi penghalang ketika itu. Sarah sudah sangat tua, Ibrahim pun demikian dan Sarah adalah wanita yang mandul.[1] Ada ulama yang berpendapat bahwa ketika anaknya Ishaq itu lahir, Sarah berusia 90-an tahun dan Ibrahim berusia 100-an tahun.[2] Namun di usia sudah sangat senja seperti itu, Allah Ta'ala memudahkan mereka memiliki anak, yaitu Ishaq yang akan menjadi seorang Nabi. Mengenai kisah Ibrahim dan Sarah, kita dapat melihat dalam dua surat. Dalam kisah mereka, Allah Ta'ala menceritakan kedatangan tamu (para malaikat). Ia pun dan istrinya menjamu mereka dengan sangat baiknya dan malaikat tersebut membawa kabar gembira pada Ibrahim dan Sarah atas kelahiran Ishaq,

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (28) فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (29) قَالُوا كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (30)

“(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul". Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. ” (QS. Adz Dzariyaat: 24-30)

Dalam surat Huud, Allah Ta'ala menceritakan,

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ (71) قَالَتْ يَا وَيْلَتَا أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ (72)

“Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." ” (QS. Huud: 71-72)

Lihatlah bagaimana impian Sarah dan Ibrahim untuk memiliki anak baru terwujud setelah mereka berada di usia sangat-sangat tua. Ketika menyebutkan kisah ini, Allah Ta'ala pun mengatakan di akhir kisah bahwa Allah itu Al 'Alim (Maha Mengilmui) dan Al Hakim (Maha Bijaksana). Artinya, Allah Ta'ala memiliki ilmu yang sempurna. Sedangkan Allah itu Al Hakim menunjukkan bahwa Allah memiliki kehendak, keadilan, rahmat, ihsan, dan kebaikan yang sempurna. Di samping itu Allah Ta'ala pun betul-betul menempatkan sesuatu pada tempatnya. Inilah pelajaran di balik nama Allah Al Alim dan Al Hakim.[3] Suatu yang mustahil dapat terjadi jika Allah menghendaki. Suatu impian yang sulit terwujud dapat digapai dengan kekuasaan Allah. Allah Ta'ala berfirman,

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 21). Maha Mulia Allah Ta'ala dengan segala sifat-sifatnya yang maha sempurna.

Pahamilah Takdir Ilahi

Ketahuilah setiap yang terjadi di muka bumi ini sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh sejak 50.000 tahun yang lalu sebelum penciptaan langit dan bumi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Jika seseorang mengimani takdir ini dengan benar, maka ia pasti akan memperoleh kebaikan yang teramat banyak. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” (Al Fawaid, hal. 94) [4]

Yang Allah takdirkan tidaklah sia-sia. Pasti ada hikmah di balik itu semua. Allah Ta'ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq.” (QS. Ad Dukhan: 38-39). Oleh karena itu, jika impian itu belum terwujud, maka perlu kita pahami bahwa itulah ketentuan Allah. Allah menjanjikan hikmah di balik itu semua karena sifat hikmah yang sempurna yang Dia miliki.

Terus Tawakkal dan Berusaha Semaksimal Mungkin

Kita harus punya sifat optimis dengan selalu bertawakkal (menyandarkan hati pada Allah) dan tetap berusaha untuk menggapai impian yang kita cita-citakan. Ingatlah bahwa siapa saja yang bertakwa dan bertawakkal pada Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Ta'ala akan memberikan ia jalan keluar dan akan memberikan ia selalu kecukupan. Allah Ta'ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Perlu diperhatikan bahwa impian bukan sekedar angan-angan yang tidak ada realisasinya. Jika impian ingin dicapai, tentu harus ada usaha semaksimal mungkin. Cobalah kita saksikan contoh gampangnya adalah seekor burung ketika ia ingin menggapai impiannya untuk memperoleh makanan di hari itu, dia pun pergi ke luar sarangnya untuk mencari hajat yang ia butuhkan. Ketika pulang pun ia dalam keadaan tenang. Inilah yang diisyaratkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Umar bin Al Khottob;derajat hasan). Lihatlah bagaimana seekor burung saja mewujudkan impiannya dengan mencari rizki, dengan berusaha semaksimal mungkin. Bagaimanakah lagi kita selaku insan yang diberi anugerah akal oleh Sang Kholiq?

Teruslah Memohon pada Allah

Untuk mewujudkan impian, janganlah lupakan Yang Di Atas. Kadang kita lalai dan hanya bergantung pada diri kita sendiri yang lemah dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Maka perbanyaklah do'a. Karena setiap do'a pastilah bermanfaat. Allah Ta'ala berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu'min: 60)

Jika ada yang bertanya, “Aku sudah seringkali berdo'a, namun mengapa impianku belum tercapai juga?” Kami bisa memberi jawaban sebagai berikut:

Pertama: Do'a boleh jadi terkabul, namun kita saja yang tidak mengetahui bentuk terkabulnya. Terkabulnya do'a bisa jadi dengan dipalingkan dari kejelekan dari do'a yang kita minta. Dan boleh jadi Allah simpan terkabulnya do'a tadi di akhirat kelak. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad, dari Abu Sa'id; derajat hasan)

Contohnya seseorang berdo'a, “Allahummar-zuqnii, Allahummar-zuqnii” (Ya Allah, berilah aku rizki. Ya Allah, berilah aku rizki). Boleh jadi do'a tersebut, Allah kabulkan segera atau diakhirkan. Allah Ta'ala Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba tersebut. Bahkan boleh jadi pula, Allah simpan do'a tersebut untuk meninggikan derajatnya di surga. Ini tentu saja lebih tinggi dari kebahagiaan di dunia. Kebahagiaan di akhirat kelak tentu jauh berbeda dari kebahagiaan di dunia. Malik bin Dinar mengatakan,

لو كانت الدنيا من ذهب يفنى ، والآخرة من خزف يبقى لكان الواجب أن يؤثر خزف يبقى على ذهب يفنى ، فكيف والآخرة من ذهب يبقى ، والدنيا من خزف يفنى؟

“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Lalu bagaimana lagi jika akhirat itu adalah emas yang akan kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang akan fana?”[5]

Kedua: Terkabulnya do'a boleh jadi diakhirkan agar seseorang tetap giat dan bersemangat dalam berdo'a. Ketika ia giat berdo'a, maka ia pun akan mendapatkan ketinggian derajat di akhirat kelak. Cobalah kita perhatikan apa yang terjadi pada para Nabi 'alaihimush sholaatu wa salaam. Mereka terus saja berdo'a dan memperbanyak do'a, namun terkabulnya do'a mereka diakhirkan agar mereka tetap semangat dalam berdo'a. Di antara contohnya adalah Nabi Ayyub 'alaihis salam yang diberi cobaan penyakit selama 18 tahun sehingga ia pun dijauhi kerabat dan yang lainnya. Namun ia tetap terus berdo'a dan berdo'a. Allah pun memujinya karena kesabarannya tersebut,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS. Shaad: 44)[6]

Ketiga: Boleh jadi do'a tersebut sulit terkabul karena beberapa faktor penghalang. Di antara faktor penghalang adalah seseorang mengangkat tangan ke langit, namun ia sering mengkonsumsi makanan, minuman dan menggunakan pakaian yang haram atau diperoleh dari hasil yang haram (sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Muslim no. 1015, dari Abu Hurairah). Inilah yang membuat do'a seseorang sulit terkabul. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita rajin mengintrospeksi diri, siapa tahu do'a kita tidak kunjung terkabul karena sebab mengkonsumsi yang haram.

Penutup

Teruslah berusaha, memohon pada Allah, dan janganlah putus asa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim no. 2664, dari Abu Hurairah)

Jadikanlah impian kita semata-mata untuk tujuan akhirat dan bukan dunia semata. Jika ingin meraih kekayaan, jadikanlah ia sebagai amal sholih untuk tujuan akhirat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465, shahih)

Ketika impian tercapai, maka perbanyaklah syukur pada Allah dengan selalu taat dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Lihatlah bagaimana do'a Ibrahim ketika di usia senja ia masih diberi keturunan.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39)

“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. ” (QS. Ibrahim: 39). Ada ulama yang mengatakan bahwa ketika Isma'il lahir, usia Ibrahim 99 tahun dan ketika Ishaq lahir, usia beliau 112 tahun.[7]

Semoga tulisan ini bermanfaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.



Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

Diselesaikan di saat safar di Pangukan-Sleman, 20 Rabi'ul Awwal 1431 H